5 Perguruan Tinggi Jalin Kerjasama Dalam Membentuk Aliansi Perguruan Tinggi BUMN

Bandung, STIMLOG Indonesia| Lima perguruan tinggi BUMN sepakat bersinergi dalam wadah Aliansi Perguruan Tinggi BUMN (APERTI BUMN). Kelima perguruan tinggi BUMN ini adalah Sekolah Tinggi Teknik PLN (STT PLN), Universitas Pertamina (UP), Telkom University (TEL-U), Sekolah Tinggi Manajemen Logistik (STIMLOG), dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI). Visi APERTI BUMN ini adalah Menjadi aliansi yang maju dan unggul melalui sinergi antar perguruan tinggi BUMN dan perguruan tinggi lainnya di Indonesia, meliputi kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat, serta berkontribusi dalam pembangunan nasional khususnya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (2/8).

Bertempat di Lantai 3, Gedung Griya Legita, Universitas Pertamina, Jalan Teuku Nyak Arief, Simprug, Jakarta Selatan 12220, disepakati struktur kepemimpinan APERTI BUMN untuk periode 2017 – 2019, di antaranya:

1.    Prof Akhmaloka, Phd selaku Rektor UP terpilih sebagai Ketua Umum;
2.    Prof. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng., Phd selaku Rektor TEL-U sebagai Wakil Ketua;
3.    Dr. Ir. Supriadi Legino, MM., MBA selaku Ketua STT PLN sebagai Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan;
4.    Prof. Dr. Ing. Ir. Herman Sasongko selaku Rektor UISI sebagai Ketua Bidang Pendidikan;
5.    Nurlaela Kumala Dewi, ST., MT. Ketua STIMLOG sebagai Bendahara.

Menurut Akhmaloka, APERTI BUMN sangat dibutuhkan karena kelima perguruan tinggi ini memiliki spesialisasi yang sangat dibutuhkan oleh dunia industri. ”STT PLN memiliki spesialisasi di bidang Ketenagalistrikan, TEL-U di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, UP di bidang Energi, STIMLOG di bidang Supply Chain, dan UISI di bidang Sipil. Hal inilah yang harus menjadi dasar mengapa kita harus bersinergi, sebab baik PLN, Pertamina, PT Pos, Semen Indonesia, Telkom, bahkan sebagian besar perusahaan di Indonesia, pasti membutuhkan sumber daya manusia yang ahli di bidang-bidang tersebut,” jelas Akhmaloka.

Selaras dengan pernyataan Akhmaloka, Nurlaela menjelaskan misi dari APERTI BUMN, yaitu:
1.    Bergotong royong memperjuangkan kepentingan anggota aliansi perguruan tinggi BUMN untuk menjadi perguruan tinggi maju dan unggul berkontribusi dalam pembangunan nasional khususnya  mencetak sumber daya manusia berkualitas
2.    Merencanakan dan melaksanakan  kegiatan sinergi berkualitas yang berkontribusi dalam pembangunan nasional
3.    Meningkatkan kemampuan belajar bersama antar anggota aliansi dalam mewujudkan visi APERTI

Supriadi menjelaskan bahwa salah satu kelebihan Perguruan Tinggi yang tergabung dalam APERTI BUMN ini adalah dekat dengan industri. Hal inilah yang memungkinkan anggotanya mengimplementasikan konsep Triple Helix (Academic, Business, and Government) secara bersama-sama. ”Sudah saatnya kita membuat suatu applied research yang sesuai dengan kebutuhan industri. Sebagai contoh adalah Penelitian Listrik Kerakyatan sebagai solusi sampah dan solusi listrik yang dilakukan di Kelurahan pondok kopi, jakarta timur dan di kampus STT PLN, jakarta barat dengan metode distributed generation dimana membuat suatu pembangkit listrik sampah dan pv solar baik dalam skema on grid dan off grid melalui teknologi yang sederhana, skala kecil,yang membalik paradigma sentralistik listrik konvensional yang tidak hanya cukup membangun pembangkit, tapi juga harus memikirkan transmisi, distribusi, pelayanan, hingga operational & maintenance,” terang Supriadi. ”Hingga saat ini memang tahapannya masih penelitian dan pengembangan, namun sudah dapat dibuktikan dapat menjadi produk waste to material, waste to energy, dan waste to power.

Hingga Juli 2018, sejumlah perusahaan BUMN dan pemerintah daerah bersedia membiayai pengembangan listrik kerakyatan dengan siap diimplementasikan di 15 lokasi di Bali, Jawa, dan Sulawesi dengan cakupan penelitian dan pengembangan. Setidaknya Listrik Kerakyatan membutuhkan 30 portofolio sehingga dapat dibuat suatu blue print, formula, serta model bisnis untuk pengembangan yang lebih luas demi kebutuhan masyarakat terpencil di Indonesia. Tentunya hal ini tidak dapat dikerjakan hanya oleh STT PLN, namun seluruh anggota APERTI BUMN dapat bahu membahu menyempurnakan penelitian Listrik Kerakyatan.

Dalam ruang lingkup pendidikan, Hermawan mengatakan bahwa APERTI BUMN akan berkontribusi dalam bidang pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Indonesia dengan mekanisme pembiayaan CSR BUMN. ”CSR BUMN menjadi sangat bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu untuk melanjutkan jenjang pendidikan tinggi. Hasilnya akan dimanfaatkan secara nyata oleh BUMN tersebut. Selain itu  terjadi efisiensi dari sisi operasional pelaksanaan pendidikan, seperti penyusunan kurikulum dan penyetaraan mata kuliah, pertukaran dosen, pemanfaatan fasilitas seperti laboratorium dan perpustakaan”, lanjutnya.

Sebagai perguruan tinggi BUMN tertua di Indonesia, TEL-U yakin bahwa APERTI BUMN ini akan bermanfaat untuk seluruh anggota juga masyarakat Indonesia. Menurut Ashari, APERTI BUMN ini harus dijadikan wadah untuk mengoptimumkan posisi anggotanya di mata masyarakat dan di mata korporasi terkait. Karena sinergi ini sangat dibutuhkan maka akan banyak kegiatan yang dapat dilakukan secara bersama-sama termasuk dari sisi kebijakan publik di bidang energi, ketenagalistrikan, TIK, hingga logistik. ”Karena kita adalah aliansi berbasis pendidikan maka banyak hal yang dapat Kita rekomendasikan kepada pemerintah sehingga Kita semua dapat saling mendukung terutama dalam hal tenaga ahli dan berpengalaman dalam membuat suatu rekomendasi atas kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah tersebut”, tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *